Sabtu, 17 Mei 2014

Download Drama You are all surondded

 

Detail Drama:
Drama                         : You're All Surrounded (literal title)
Revised romanization : Neoheedeuleun Powidwaetda
Hangul                        : 너희들은 포위됐다
Director                       : Yu In-Sik
Writer                          : Lee Jung-Sun
Network                      : SBS
Episodes                      : 20
Release Date               : May 7 - July 10, 2014
Runtime                      : Wed. & Thu. 21:55
Language                    : Korean
Country                       : South Korea
DETAIL TV Show Genre Revisedromanization Hangul Director Writer Network Episodes Release Date Runtime Language Replacing : You're All Surrounded (literal title) : Drama : Neoheedeuleun Powidwaetda : 너희들은 포위됐다 : Yu In-Sik : Lee Jung-Sun : SBS : 20 Episodes (TBA) : April 30, 2014 -- : Wed. & Thu. 21:55 : Korean : Three Days / 쓰리데이즈 [2014]

Read more at: http://oetzlovers.blogspot.com/2014/04/download-drama-korea-youre-all.html
Copyright oetzlovers.blogspot.com Under Common Share Alike Atribution

Sinopsis:
You're All Surrounded menceritakan 4 detektif rookie yang berumur dua puluh tahun di sebuah kantor polisi di Gangnam, Seoul, Korea Selatan. Keempat detektif rookie itu adalah Eun Dae-Koo ( Lee Seung-Gi ), Eo Soo-Sun ( Go Ara ), Park Tae-Il ( Ahn Jae-Hyeon ) dan Ji Kook ( Park Jung-Min ) tiba di Kantor Polisi Gangnam untuk hari pertama mereka bekerja. Tak satu pun dari detektif rookie bermimpi menjadi seorang detektif. Mereka kemudian bertemu dengan Seo Pan-Seok ( Cha Seung-Won ) untuk pertama kalinya. Seo Pan-Seok adalah Kepala Investigator untuk tim # 3.
Sementara itu, Eun Dae-Koo mengakui Seo Pan-Seok. Dia tidak melupakannya dalam 11 tahun.

Cast :






Kau Semua Dikelilingi-Lee Seung-Gi.jpg Kau Semua Dikelilingi-Cha Seung-Won.jpg Kau Semua Dikelilingi-Go Ara.jpg Kau Semua Dikelilingi-Ahn Jae-Hyeon.jpg
Lee Seung Gi-  Cha Seung-Won Go Ara Ahn Jae-Hyeon
Eun Dae-Koo Seo Pan-Seok Eo Soo-Sun Park Tae-Il




Kau Semua Dikelilingi-Sung Ji-Ru.jpg Kau Semua Dikelilingi-Park Jung-Min.jpg Kau Semua Dikelilingi-Oh Yoon-Ah.jpg Kau Semua Dikelilingi-Seo Yi-Sook.jpg
Sung Ji-Ru Park Jung Min- Oh Yoon-Ah Seo Yi-Sook
Lee Eung-Do Ji Kook Kim Sa-Kyung Kang Seok-Soon

Link Download :
DETAIL TV Show Genre Revisedromanization Hangul Director Writer Network Episodes Release Date Runtime Language Replacing : You're All Surrounded (literal title) : Drama : Neoheedeuleun Powidwaetda : 너희들은 포위됐다 : Yu In-Sik : Lee Jung-Sun : SBS : 20 Episodes (TBA) : April 30, 2014 -- : Wed. & Thu. 21:55 : Korean : Three Days / 쓰리데이즈 [2014]

Read more at: http://oetzlovers.blogspot.com/2014/04/download-drama-korea-youre-all.html
Copyright oetzlovers.blogspot.com Under Common Share Alike Atribution

Cara Daftar Libertagia

CARA DAFTAR LIBERTAGIA

#1
silahkan menuju pusat pendaftaraan, klik di sini

#2
Anda akan dihadapkan dengan halaman web Seperti ini:
 

silahkan klik confirm
 
#3
Silahkan lengkapi data-data Anda, seperti gambar berikut:

SUKSES.....
Anda sudah menjadi Member Free di Libertagia

Bisnis Online Tanpa Modal, Dapat $3 Tiap Harinya di Libertagia

Libertagia adalah perusahan teknologi dengan cakupan internasional. Goal utama kami adalah membangun sebuah aplikasi yang mampu mengatasi semua problem umum dalam kehidupan manusia. Kami ingin mengintegrasikan keperluan teknologi bagi siapa saja agar mampu tampil profesional, personal dan sosial dalam satu paket. Kami istilahkan ini sebagai Unity.

Apa yang spesial tentang perusahaan ini dan kenapa demikian?
=> Waktu yang tepat. Perusahaan ini baru secara resmi launching pada tanggal 12 Oktober 2013 bertempat di Lisbon Portugal.
=> Legilitas resmi dengan kantor pusat terletak di Lisbon Portugal bersebelahan dengan kantor Microsoft. Dalam beberapa bulan ke depan, akan didirikan kantor di berbagai negara di dunia. Lokasi yang telah konfirmasi antara lain di Malaysia dan Italy.
=> Disian project, dilakukan selama 13 bulan melalui perencanaan yang matang, detail dan profesional. Proyek ini diinisiasi oleh kuran lebih 12 investor.
=> Presiden dan CEO, adalah Rui Salvador- Pakar yang telah berpengalaman dalam industri MLM yang berasal dari Protugal.

Sobat bisa memulai bisnis Libertagia dengan mengambil Paket Gratis, tanpa harus membayar sepeserpun. Uniknya lagi, Libertagia menawarkan paket BRONZE, dimana Sobat bisa menhasilkan paling tidak $15 per minggu hanya dengan menyelesaikan 10 tugas sederhana tiap harinya. Jangan kawatir, tugas anda sangat mudah, praktis tanpa memerlukan skill yang luar biasa.

Sobat juga tak perlu merekrut orang lain, cukup selesaikan tugas, profit $50 per bulan jadi milik sobat.
Catatan, tugas harus diselesaikan tiap hari, atau Sobat terkena resiko hangus.Ketika banyak orang skeptis terhadap MLM karena harus bekerja keras di awal untuk bisa meraih profit. Libertagia justru memberikan Paket GRATIS namun profitable. Tidak tanggung-tanggung, dengna paket Gratis, dan tanpa merekrut, Sobat bisa hasilkan minimal $50 per bulan. Dengan rate Rp.12.000/$ maka penghasilalan Sobat adalah Rp.600.000 per bulan. Asyik gak tuh? Tanpa modal rupiah, bisa berpenghasilan 600Rb/bulan. Bahkan Sobat bisa hasilkan $7.812/bulan hanya dengan mengajak sahabat, kenalan atau familly untuk join gratis di program ini. Bukan itu saja, jika Sobat mau, sobat bisa Upgrade keanggotaan sesuai kebutuhan. Hal inilah yang membuat Libertagia menarik perhatian banyak pebisnis Online di negara Portugis  dan Brasil.

Misi Perusahaan, adalah menciptakan produk seni berbasis web dan pelayanan yang penuh nilai bagi para penggunanya. Oya Kata Libertagia sendiri berarti “Bebaslah Sekarang!”
Tujuannya adalah menciptakan sesuatu yang berbeda dan lebih baik dari yang sudah ada.Sesuatu yang berguna dan mampu menghasilkan income bagi para penggunannya, termasuk Anda tentunya. Produk Utama yang ditawarkan Libertagia disebut Live in Box – produk yang memungkinkan pengguna bisa menyimpan dan me-manage beragam file. Juga tersedia beragam aplikasi mulai dari Sosial Networking, Chat Room, musik, movie, data pribadi, dan berbagai keperluan lainnya. Produk lainnya akan segera hadir.
Withdraw, penarikan uang. Komisi dapat ditarik melalui debit Card yang dikenal dengan sebutan GiaCard.


Mau dapatkan $50 bahkan $7.812 per bulan mulai bulan depan? Yukk daftar gratis dalam jaringan saya. Kita akan sama-sama belajar dan saling memberi Support agar upaya kita meraup Dollar dari Libertagia bisa berjalan cepat dan lancar. Dan so pasti, jika sobat join di jaringan saya, siap-siap dapat spillover juga tentunya. Ingat sobat, ini gratis. Sobat tak harus keluarkan uang sepeserpun untuk join.  Untuk join klik disini. Cara pendaftaranya klik disini
www.libertagia.com/tutik24


Penghasilan di Libertagia dapat diperoleh melalui 3 cara.Daily Task , Sales Promoter dan Creating Network.
Silahkan pilih cara mana yang paling cocok dengan gaya anda. Pilih ketiganyapun silahkan. Penjelasan singkat tentang ketiga cara tersebut adalah sebagai berikut:

Pertama, Daily Task yaitu anda mengerjakan tugas harian berupa tugas klik link para sponsor. Tunggu beberapa saat, lalu anda mengisi Captcha diikuti dengan mengklik link Finish this Task. Begitu seterusnya hingga 10 link (utk free member). Hanya dibutuhkan 10 menit untuk mengerjakan tugas ini. Simple right? Penghasilan harian sebagai free member berkisar $2,5/hari. Lumayan, untuk pekerjaan mudah dan tanpa modal.
Kedua, Sales Promoter, yaitu menawarkan produk Libertagia kepada calon pembeli.
Ketiga, Bangun Jaringan (Network), mengjak orang lain untuk bergabung jadi member. Anda akan mendapatkan residual income dari setiap member yang anda ajak bergabung hingga kedalaman 6 generasi.
Misalnya anda sanggup mengajak 3 orang saja join dalam jaringan anda dan 3 orang tersebut menduplikasi kerja anda dengan mengajak masing-masing 3 orang juga. Maka akan menjadi 3 x 3 x 3 x 3 x 3 x 3 = 729 member. saya yakin anda sanggup mengajak lebih dari 3 member. Kenapa? Ini gratis, orang gak perlu bayar untuk join. Gak rugi kalo join... Gak Join? RUGI BESAR!
Berapa lama waktu yang anda luangkan untuk sekedar browsing, chit-chat dengan teman, ngobrol ngalor-ngidhul tanpa hasilkan Dollar? Nah sekarang ubah itu semua dengan mengajak sebanyak mungkin orang join di jaringan anda. pasti akan dapatkan member yang bejibun.
Kembali ke "Laptop". Sebagai ilustrasi penghasilan anda di Libertagia, jika anda mengambil paket BRONZE (free member) dan mempunyai 729 orang dalam jaringan anda, maka anda berpotensi menghasilkan $420 per bulan tanpa keluarkan uang. Jumlah ini akan semakin besar jika anda Upgrade keanggotaan menjadi BOOSTER, SILVER, GOLDEN, PLATINUM, atau VISIONARY.
Inilah alasan mengapa waktu yang paling tepat untuk bergabung adalah SAAT INI!
Potensi penghasilan anda akan semakin besar jika member anda melakukan upgrade ke level yang lebih tinggi.

JENIS PAKET DAN PENGHASILAN BULANAN

Coba anda perhatikan, tanpa investasi uang saja penghasilan anda bisa mencapai $420 per bulan. Jika dirupiahkan berkisar 5 jutaan per bulan. Mau invest? Bisa... silahkan sesuaikan dana anda dengan paket yang ditawarkan.

PAKET: PENGHASILAN:

Booster $399------------------------ $ 5/hari ----------- $100/Bulan
Silver $899--------------------------- $ 12/hari............. $240/Bulan
Gold $ 1.599................................$ 20/hari..............$400/bulan
Platinum $ 2.999..........................$40/hari...............$800/bulan
Visionary $ 5.999.........................$ 80/hari..............$1.600/bulan

Perhitungan di atas adalah pendapatan anda tanpa merekrut orang. Anda cukup mengerjakan tugas harian saja.

Untuk menghasilkan Dollar dalam jumlah yang lebih banyak, saya merekomendasikan anda untuk giat membangun jaringan anda. Cukup tawarkan peluang ini ke kenalan anda di dunia maya. Manfaatkan jejaring sosial seoptimal mungkin.
Tunjukkan bagaimana cara menjalankan bisnis ini, perlihatkan peluang meraih dollar dan kerjasamalah dengan mereka. ANda sendiri yang putuskan apakah hanya ingin mengerjakan tugas harian atau ingin membangun jaringan anda untuk meraih Dollar yang melimpah?
Keputusan di tangan anda. You set your own Goal and limits.
Mungkin anda hanya memiliki beberapa referral di bulan pertama, namun jika mereka adalah seorang yang semangat seperti anda, mereka akan membangun jaringan mereka juga. Bayangkan jika anda mengajak 5 orang dalam jaringan anda. Maka di level 1 anda memiliki 5 member dan di level 2 anda memiliki 25 member. Jika perkembangan jaringan anda stabil, maka jumlah member anda hingga kedalaman 6 generasi adalah 15.625. Jika mereka semua adalah member dengan kualifikasi Bronze dan anda mendapatkan 1% penghasilan mereka (15.625 x $50 per orang) = $7.812 dan ini adalah profit anda setiap bulannya. Bagaimana jika anda Upgrade ke paket Booster, anda akan mendapat %2 dari seluruh jaringan anda, dan itu adalah $15.625 per bulan. Hmmm.... Mantab kan?

CARA PENARIKAN UANG (WITHDRAW MONEY)


Ada 2 cara menarik uang anda dari LIbertagia.
1. Transfer Bank. Menu ini terdapat dalam bagian "Financial"----> Withdrawal. Minimum penarikan adalah $300.
2. Debit Card. Silahkan lakukan request Libertagia Debit Card (GiaCard/GiaPay) dengan biaya $30 per tahun. Dengan Card ini anda bisa melakukan penarikan uang di ATM manapun di seluruh dunia. 

Minggu, 02 Juni 2013

Lirik Demi Lovato - Give Your Heart A Break



The day I first met you
You told me you’d never fall in love
But now that I get you
I know fear is what it really was

Now here we are
So close yet so far
How did I pass the test
When will you realize
Baby, I’m not like the rest

Don’t wanna break your heart
Wanna give your heart a break
I know you’re scared it’s wrong
Like you might make a mistake

There’s just one life to live
And there’s no time to wait, to waste
So let me give your heart a break, give your heart a break
Let me give your heart a break, your heart a break
Oh yeah, yeah

On Sunday you went home alone
There were tears in your eyes
I called your cell phone, my love
But you did not reply

The world is ours if you want it
We can take it if you just take my hand
There’s no turning back now
Baby, try and understand

Don’t wanna break your heart
Wanna give your heart a break
I know you’re scared it’s wrong
Like you might make a mistake

There’s just one life to live
And there’s no time to wait, to waste
So let me give your heart a break, give your heart a break
Let me give your heart a break, your heart a break

There’s just so much you can take
Give your heart a break
Let me give your heart a break, your heart a break
Oh yeah, yeah

When your lips are on my lips
And our heats beat as one
But you slip out of my fingertips
Every time you run, whoa-oh-whoa-oh-oh

Don’t wanna break your heart
Wanna give your heart a break
I know you’re scared it’s wrong
I know you’re scared it’s wrong
Like you might make a mistake

There’s just one life to live
And there’s no time to wait, to waste
So let me give your heart a break
Let me give your heart a break
‘Cause you’ve been hurt before

I can see it in your eyes
You try to smile it away, some things you can’t disguise
Don’t wanna break your heart Baby,
I can ease the ache, the ache
So let me give your heart a break, give your heart a break
Let me give your heart a break, your heart a break
There’s just so much you can take
Give your heart a break
Let me give your heart a break, your heart a break
Oh babe Oh yeah, yeah

The day I first met you
You told me you’d never fall in love

Minggu, 26 Mei 2013

Cerpen Hot Chocolate



                   Anyeong…. kawan sesama penulis yang (ngerasa) masih amatir. Nihh tulisan pertamaku. Kalau bukan gara – gara bu Heni kasih tugas bikin cerpen aku gak bakalan nulis nihh. Ya udah ga usah panjang panjang pengantarnya.. silahkan di baca..


HOT CHOCOLATE

            Tak seperti biasanya jalan begitu padat sore itu. Bunyi tlakson saling bersahutan antara keramaian. Terlihat beberapa pedagang asongan yang berseliweran menawarkan daganganya. Tiba – tiba seorang paruh baya menyodorkan minuman mineral di hadapan Fara.
            “Far..?? Mau beli minum gak?” Fara yang terhanyut dalam lamunannya sontak terkaget mendengar suara tersebut. Suara laki - laki yang sering ia dengar dua tahun ini. Suara yang selalu  membuat Fara tenang.
            “Maaf pak, saya gak beli.” Fara menggelengkan kepala kepada pedagang asongan.
             Suasana kembali hening diantara mereka. Laki – laki itu kembali fokus menerobos padatnya keramaian dengan motor putih kesayangannya itu. Dan Fara kembali hanyut dalam lamunannya, mengingat apa yang terjadi siang tadi. Kejadian yang sama sekali tidak ia bayangkan selama ini. Bahkan sejak pertemuan tak terduga denganya dua tahun lalu di sebuah festival.
* * *
            Fara setengah berlari menuju spot yang berhias pernak - pernik berwarna hijau. Fara merupakan penggemar fanatik dari keroppi, karakter berwarna hijau itu. Ia sedang berburu koleksi keroppi terbarunnya di  festival HUT kota Bandung yang jatuh pada hari itu, 25 September 2011.
            “Aduh…” Seseorang mendorong Fara hingga terjatuh. Saat Fara berdiri ia terkejut dengan sosok laki – laki  yang sedang bingung menatap bajunya.
             “Ma..ma..maaf..” Ternyata minuman yang Fara beli tadi, melayang begitu saja ke baju seseorang.
            “Aduh..maaf..maaf..aku gak sengaja.” Fara mengambil tissue dari dalam tasnya. Laki - laki itu masih bingung dan kemudian membersihkan bajunya dengan tissue yang diberikan Fara. Tetap saja noda coklat masih membekas pada baju putih itu.
            “Aduh..gak bisa bersih ya?” ucap Fara setengah berfikir.
            “Gimana kalau sekarang aku beliin baju aja, nanti baju kamu itu biar aku yang masukin ke laundry.”
            Setelah beberapa stel baju yang Fara pilih, akhirnya ia memutuskan untuk membeli baju berwarna abu – abu dengan aksen simpel di bagian bawah. Dan laki – laki itu setuju dengan baju pilihan Fara.
            “Makasih ya!” ucap laki – laki itu.
            “Ahh..gak apa apa.” Jawab Fara sambil memasukan baju kotor kedalam tasnya. “Harusnya aku yang bilang makasih. Soalnya kamu gak marah, gara – gara coklat panas ku melayang ke baju kamu.”
            Laki – laki itu tersenyum simpul. “Gimana kalau gantian aku yang traktir kamu makan.”
             Fara tersenyum kegirangan, perutnya yang sudah meronta – ronta kelaparan karena belum makan sejak pagi, tanpa pikir panjang langsung mengiyakan. “Setuju…!! Gimana kalau kita makan di situ” Fara menunjuk kedai makanan Italia.
* * *
            Setelah lima belas menit menunggu, dua porsi spagetti dan dua gelas moccacino meluncur di hadapan mereka. Fara yang sedang kelaparan langsung memakan spagettinya.
            “Hahaha..pelan – pelan aja dong makannya, kalau sampe keselek garpu tau rasa tuh.” Goda laki – laki itu.
            Fara meringis mendengarnya “Gak cuma garpu yang tertelen kali, bisa – bisa piringnya juga ngikut. hahaha.” Gerutu Fara.
            “By the way, ngapain kamu ke tempat kayak gini? Sendirian pula?” Tanya laki – laki itu sambil meminum moccachinonya.
            Kamu juga sendirian.” Jawab Fara yang sedang memainkan sedotan minumannya. “Sebenarnya aku ke sini mau cari pernak – pernik keroppi yang terbaru buat nambah koleksi ku..hehe.” Laki – laki itu menatap aneh kepada Fara.
            “Pantesan  aja.” Laki – laki itu kembali menatap Fara, ia melihat apa yang Fara pakai dari ujung kepala sampai ujung kaki,semua bernuansa karakter berwarna hijau itu.
            “Agak aneh sih menurut ku, hehe.” Lanjut laki – laki itu.
             Fara menatap tajam kepada laki – laki itu dan kemudian tertawa. “Hahaha. Iya sih agak aneh.” Fara sengaja memakai baju dan yang lainya serba keroppi. Karena ia sedang berburu koleksi keroppi terbaru jadi dia memakai pakaian yang bertema sama.
            Tiba – tiba Fara menggebrak meja sehingga semua orang di tempat itu menatap mereka. “Maaf atas kehebohanku.” Fara tertawa sebelum melanjutkan perkataanya.       “Ngomong – ngomong kamu itu siapa? Kita udah ngobrol panjang lebar gini, masa belum tau satu sama lain.”
            Laki – laki itu mengulurkan tangananya. “Ohh..ya, kenalin, namaku Rafa.” Fara kembali menyambut uluran tangan Rafa. “Ehmm..aku Fara.”
            Rafa kembali meminum moccachinonya. “Lucu juga ya, kita bisa ketemu di tempat kayak gini, pakai coklat panas di bajuku lagi, terus nama kamu Fara nama ku Rafa..Fara..Rafa..Farafa..Rafara..”
            Fara kemudian meminta nomor Rafa, agar ia bisa menghubungi Rafa ketika bajunya sudah selesai dicuci. Fara menyodorkan ponselnya agar Rafa bisa menuliskan nomornya.
            ‘Coklat Panas’. Fara menuliskan sebutan itu pada nomor Rafa. Ia sengaja menuliskan sebutan itu karena insiden coklat panas yang melayang di baju Rafa membuat mereka saling mengenal bahkan bisa akrab dalam waktu sehari.
            Fara dan Rafa kembali terhanyut dalam obrolan mereka. Tiba – tiba ponsel Fara berbunyi. Sepertinya ada sebuah telepon yang masuk. Fara hanya menghela nafas, sepertinya akan ada bencana besar jika ia mengangkat telepon itu. Dengan enggan ia mendekatkan ponsel ke telinganya.
            “Halo?”
            Halo, Far, kamu di mana aja sih? Aku udah lumutan nunggu kamu di sini tau.” Fara segera menjauhkan handphone itu jauh – jauh dari telinganya. Sepertinya hal ini yang biasa ia lakukan ketika mendengar omelan dari sahabatnya itu.
            “Kenapa sms ku gak dibales – bales sih. Udah sampe satu jam aku nunggu kamu di sini. Ya udah dalam sepuluh menit kamu harus nyampe di sini. Oke!!” Sebelum Fara menjawab, telepon itu sudah di tutup. Fara hanya menggerutu karena kelakuan sahabatnya itu.
            “Kenapa Far?” Tanya Rafa penuh penasaran.
            “Sepertinya aku harus pergi sekarang.” Jawab Fara sambil membayangkan bencana yang akan ia timpa apabila ia sampai terlambat menemui Cacha, sahabatnya itu.
            “Kalau gitu, biar ku antar ya?” Pinta Rafa.
            Fara hanya mengangguk pasrah. Sebenarnya ia merasa tidak enak kepada Rafa. Namun tidak ada pilihan lain selain Rafa. Apabila ia naik taksi atau yang lainya pasti ia tidak selamat dengan bencana yang dibuat Cacha. Karena Rafa menggunakan motor, mereka bisa menerobos kemacetan dan bisa sampai tepat waktu. Rafa pun segera mengambil kunci motornya dan segera beranjak dari duduknya menuju ke parkiran.
            Dengan mengebut Rafa mengendarai motornya,  akhirnya mereka sampai di tempat yang di tuju tepat waktu. Terlihat Cacha yang terlihat bosan sedang menunggu di depan sebuah café. Fara langsung berlari menemui Cacha. Setelah mendapati mereka masuk ketempat itu, Rafa langsung tancap gas meninggalkan Fara di sana.
* * *
            Bel berbunyi, tanda pelajaran hari ini telah usai. Fara dan Cacha bergegas berjalan keluar kelas. Tiba – tiba  ponsel Fara berbunyi. Ia pun segera mengambilnya dari saku bajunya. ‘Coklat Panas’. Terlihat sebuah pesan dari Rafa di layar ponselnya.
            ‘Far udah pulang belum. Aku tunggu di depan sekolah kamu ya!’
            Sontak Fara kaget dengan pesan itu. Ia merasa aneh dengan hatinya yang berdetak kencang. Segelintir pertanyaan memenuhi kepalanya. Bagaimana dia bisa tau di mana sekolahku? Kenapa dia mengirim pesan ini? Ia pun berpamitan kepada Cacha untuk pulang duluan.
            Fara sangat terkejut ketika ia menjumpai seorang anak SMA yang sedang duduk di samping motor putihnya. Seseorang yang ia temui kemarin di festival. Seseorang yang bajunya ia tumpahi coklat panas.
            “Hai putri kodok.” Rafa berjalan menghampiri Fara dan tersenyum padanya.
            Rafa segera menarik Fara menuju motornya. Fara hanya menurut dan naik ke atas motor Rafa. Mereka meluncur menuju sebuah café Italia. Saat ini mereka memesan dua porsi ravioli dan dua gelas coklat panas.
            “Wahh..kamu hebat ya Raf, tau aja deh selera aku apa. Masakan Italia dan coklat panas. Jempol buat kamu dehh.” Ucap Fara sambil megangkat kedua jempolnya kepada Rafa.
            “Haha..iya dong. Aku gitu.” Pamer Rafa sambil mengernyitkan kedua alisnya ke atas.
            “Kamu kok bisa tau sekolah ku di mana?” tanya Fara sambil memasukan ravioli ke mulutnya.
            “Dari seragam yang di pake temen kamu itu.” Jawab Rafa.
            Semua orang pasti tahu seragam putih dengan rok beraksen kotak – kotak besar berwarna merah hati itu adalah seragam milik siswi - siswi SMA Kartini. Nama SMA favorit khusus wanita itu sudah terkenal di kota kembang ini.
            “Cacha maksud kamu?” Jawab Fara meyakinkan.
            “Oh iya. Ini punya kamu kan?.” Lanjut Fara seraya mengeluarkan baju berwarna putih dari tasnya. Tak nampak lagi noda coklat yang menempel pada baju itu.
            “Sebenarnya aku mau nyimpen baju yang masih ada coklatnya itu. Buat kenang – kenangan.” Jawab Rafa yang sedari tadi menatap Fara.
            Fara tercenan mendengar jawaban Rafa itu. Raut mukanya seketika berubah. Ia tak mengerti maksud dari kata – kata itu. Kenang – kenangan. Apa yang akan ia kenang? Baju? Mungkin kah aku? Pertanyaan konyol itu berseliweran di kepala Fara. Rafa yang melihat perubahan raut wajah Fara melanjutkan perkataanya.
            “Haha..aku hanya ingin mengingat betapa konyolnya aku waktu itu.” Fara menghela nafas lega mendengarnya.
            Setelah selesai makan Rafa mengantar Fara pulang. Sejak saat itu mereka sering bertemu. Tak jarang setiap malam minggu mereka menonton film bersama di bioskop. Bahkan setiap berangkat dan pulang sekolah Rafa selalu mengantar Fara.
* * *
            Pagi itu matahari bersinar cerah, langit begitu biru tak ada satupun awan yang terlihat. Tempat itu sudah di penuhi oleh orang – orang yang berolah raga atau sekedar menghabiskan waktu pagi di luar rumah. Sudah beberapa kali Fara dan Cacha bolak – balik menelusuri jalan Dago itu. Setiap hari minggu mereka berlari pagi bersama di kawasan Car Free Day itu.
            “Far… aku udah capek nih, istirahat dulu ya.” Keluh Cacha yang terengah – engah di belakang Fara.
            Fara mendongak ke belakang mendapati sepeda yang melaju akan menabrak Cacha. Buru – buru ia menariknya. Fara memandangi pengendara sepeda tadi. Sepertinya ia mengenalinya. Sepeda tadi berbalik menemui mereka.
            “Maaf, aku gak se...” Kalimat itu tiba – tiba terpotong.
            “Rafa!!” Seru Fara.
            “Hai, putri kodok.” Sapa Rafa
            “Kenalin Raf, ini Cacha.” Kata Fara mengenalakan sahabatnya itu.
            Seketika mereka bertiga langsung hanyut dalam obrolan mereka. Hingga mereka sadar satu per satu orang – orang meninggalkan kawasan Car Free Day itu. Jam sudah menunjukan pukul sembilan lebih empat puluh lima menit. Berarti lima belas menit lagi Car Free Day sudah usai.
            “Aku pulang duluan ya, besok malam  aku tunggu kalian berdua jam tujuh ya.” Ucap Rafa sebelum meninggalkan mereka berdua.
*  * *
            Sebuah mobil jazz merah parkir tepat di depan rumah Fara. Tampaknya Cacha sudah ada di sana sejak sore tadi. Ia sengaja datang ke rumah Fara lebih awal agar terhindar macet. Tampak dua gadis yang keluar dari rumah Fara menuju ke mobil jazz itu. Tak lama kemudian mobil itu melaju menuju sebuah café.
            Setelah sepuluh menit perjalanan, mereka sampai di tempat tujuan. Cacha segera memarkirkan mobilnya. Mereka pun masuk ke dalam café yang di dominasi warna pink itu. Warna yang menggambarkan suasana saat itu, yaitu suasana valentine.
            “Hei.. lama nunggu ya.” Sapa Fara kepada lelaki yang memakai kemeja biru marun itu. Wajahnya begitu mempesona di bawah lampu yang menerangi tempat itu.
            Sejenak obrolan mereka terhenti saat makanan yang mereka pesan datang. Obrolan meraka kembali mengalir dengan hangat, sampai sebuah pertanyaan yang dilontarkan Cacha membuat Fara beku.
            “Kalian berdua pacaran ya?”
            “Enggak!” bantah Fara yang salah tingkah. Pipinya yang chubby seketika memerah. Perasaan aneh tiba – tiba menyelimuti hatinya. Ia melirik ke arah Rafa yang sempat terkejut, hanya tersenyum simpul menanggapi pertanyaan itu.      
            “Berarti masih ada harapan buatku dong.” Ucap Cacha lirih sampai tak terdengar  oleh siapapun.
* * *
            Dalam perjalanan pulang, mobil Cacha terasa sepi. Mereka berdua sibuk dengan kegiatan masing – masing. Fara sibuk memainkan game di ponselnya dan Cacha sibuk menyetir mobilnya.
            “Far.. kayaknya aku suka sama Rafa.” Ungkap Cacha membuat Fara menjatuhkan ponselnya.
            Fara menatap tajam sahabatnya itu. Perasaan aneh kembali menyelimuti hatinya. Perasaan yang sama saat Cacha melontarkan pertanyaan di café tadi. Kata – katanya saat ini membuat hati Fara terasa sesak dan membuat ia sadar akan perasaanya selama ini. Perasaan yang tidak bisa diungkapkan dengan kata – kata. Perasaan yang sudah lama ada sejak ia menupahkan coklat panasnya di festival dulu. Perasaan yang dalam kepada laki – laki itu. Laki - laki yang juga di sukai oleh sahabatnya sendiri, sahabat terbaiknya.
* * *
            Akhir tahun adalah hal yang di tunggu – tunggu oleh semua siswi di SMA Kartini. Seperti tahun – tahun sebelumnya acara yang di selenggarakan sebelum libur akhir semester itu selalu ramai dipenuhi orang – orang. Tak hanya murid SMA Kartini yang semuanya adalah perempuan itu, melainkan semua orang boleh ikut meramaikan acara tersebut.
            Tampak Fara yang sedang membonceng di belakang Rafa memasuki area sekolah. Segera diparkirkan motornya. Cacha yang memakai ID card bertuliskan panitia sedang menunggi Fara tak jauh dari parkiran.
            “Maaf ya Far, aku gak bisa jemput. Soalnya di sini sibuk banget.”   Ucap Cacha yang segera menggandeng Fara.
            “Iya, gak apa – apa. Aku juga gak minta kamu jemput aku kan.” Jawab Fara dingin. Sejak pengakuan Cacha malam itu, ia bertingkah dingin kepada Cacha. Sebenarnya ia tidak menginginkan itu, namun ada perasaan yang membuat Fara bertingkah seperti itu.
            “Oh ya, makasih ya Raf udah jemput Fara. Tetep nonton acaranya ya, tengah hari nanti aku mau nyanyi.” Cacha berlalu meninggalkan mereka berdua.
            Semakin siang, acara itu semakin seru. Terlihat Cacha yang menaiki panggung, seperti katanya tadi, ia akan bernyanyi tepat tengah hari. Karena hari itu begitu terik, Fara meningalkan Rafa membeli minuman untuk mereka berdua. Terdengar suara Cacha dari kejauhan.
            “Siang semua, kali ini aku akan menyanyikan sebuah lagu untuk seseorang yang sedang berdiri disana” Cacha menunjuk seseorang yang tengah berdiri tak jauh dari panggung.
Berdiriku di sini hanya untukmu
Dan yakinkan ku untuk memilihmu
Dalam hati kecilku inginkan kamu
Berharap untuk dapat bersamamu
            Fara mendengarkan baik – baik lirik yang dinyanyikan Cacha. Lirik lagu yang sering dinyanyikan band Geisha itu berjudul ‘Pilihan Hati’. Terlintas di benaknya. Untuk siapa lagu di tujukan? Tak seperti biasanya Cacha bertindak seberani itu.
            “Lagu ini buat kamu, Raf. I Love You, Rafa.” Ucap Cacha di akhir lagunya.
            Dua gelas cocho shake  yang dibawa Fara sontak terjatuh. Pertanyaannya yang tadi terlintas di benaknya terjawab sudah. Lagu itu untuk Rafa. Tubuh Fara lemas seketika menyadari kata - kata Cacha di akhir lagu tadi yang merupakan pernyataan cintanya kepada Rafa. Dan Fara tambah terkejut mendapati Rafa yang akan menaiki pangung.
            Tanpa berfikir panjang, Fara berlari meninggalkan tempat itu. Ia berlari ke tempat di mana tidak ada seorangpun di sana. Ia menutupi telinganya agar ia tidak mendengar suara Cacha dan Rafa yang masih terdengar samar – samar. Dan ia menangis meluapkan perasaanya yang tidak menentu di sana.
            Hari sudah semakin sore, acara itu sudah berakhir. Fara yang masih berada di tempat itu beranjak dari duduknya akan pulang. Cacha dan Rafa yang sedari tadi sibuk mencari Fara akhirnya menemukanya di depan gerbang.
            “Far, kamu ke mana aja sih? “ Ucap Cacha khawatir. “Aku antar pulang ya.”
            Fara hanya mengeleng mendengar ajakan Cacha.
            “Bagaimanapun aku tadi yang menjemput kamu kan. Jadi kamu harus mau kalau aku antar pulang.” Ucap Rafa memakasa. Ia segera menariknya ke parkiran dan memakaikan helm untuknya. Fara hanya menurut saat Rafa menyuruhnya naik ke atas motor.
* * *
            Tak seperti biasanya jalan begitu padat sore itu. Bunyi tlakson saling bersahutan antara kendaraan – kendaraan itu. Terlihat beberapa pedagang asongan yang berseliweran menawarkan daganganya. Tiba – tiba seorang paruh baya menyodorkan minuman mineral di hadapan Fara.
            “Far..?? Mau beli minum gak?” Fara yang terhanyut dalam lamunannya sontak terkaget mendengar tawaran Rafa.
            “Maaf pak, saya gak beli.” Fara menggelengkan kepala kepada pedagang asongan.
             Suasana kembali hening diantara mereka. Rafa kembali fokus menerobos padatnya keramaian dengan motor putih kesayangannya itu. Fara kembali hanyut dalam lamunannya, mengingat apa yang terjadi siang tadi. Segelintir pertanyaan melintas di benaknya. Apakah yang terjadi tadi di antara Rafa dan Cacha tadi? Apakah mereka saling mencintai? Apakah mereka pacaran.
            Lamunanya kembali terusik saat Rafa menghentikan motornya di depan rumahnya. Ia segera turun dari motor dan akan melangkah masuk ke dalam rumah.
            “Far, sepertinya ini pertemuan terakhir kita.” Fara menghentikan langkahnya dan berbalik mendengar ucapan Rafa itu.
            “Minggu depan aku akan berangkat keluar negeri, aku ikut program pertukaran pelajar ke Amrik. Rencananya awal tahun aku sudah mulai studi di sana.”
            Fara hanya terdiam menahan tangis, rasanya sakit saat mendengarnya. Apalagi Cacha juga mengikuti pertukaran pelajar itu dan Rafa bilang dia akan satu sekolah dengan Cacha. Awan jingga yang menghiasi langit sepertinya menjadi saksi bisu perpisahan mereka.
* * *
            Sepertinya sudah satu tahun Rafa dan Cacha meninggalkan Fara di tanah ait. Hari demi hari ia lalui sendirian tanpa sahabat dan orang yang ia cintai.
            Malam tahun baru ini ia habiskan bersama segelas coklat panas di sebuah café. Ia duduk sendirian di dekat jendela, agar bisa melihat hiruk – priuk masyarakat Bandung yang merayakan tahun baru di kawasan Car Free Night di jalan Dago.
            Sejenak ia meneguk coklat panasnya yang tinggal setengah itu. Rasa hangatnya sangat cocok dengan udara dingin malam itu. Alunan terompet khas tahun baru menjadi hiburan tersendiri di telinganya.
            Ia kembali memandangi bintang – bintang yang terlihat dari lantai atas café tersebut. Terlihat sebuah bintang jatuh. Ia pun segera memejamkan matanya dan membuat permohonan. Saat ia membuka matanya terlihat seseorang duduk di depannya yang sedang memejamkan mata membuat permohonan.
            “Hai, putri kodok.”
            Fara terpaku, tak mampu berkata – kata mengungkapkan betapa bahagianya saat ini. Melihat seseorang yang ia cintai ada di hadapanya.
            “Ra…Ra…Rafa!!” Fara masih tampak terkejut dengan kedatangannya yang tiba – tiba.
            “Kapan datang?Kok gak ngasih tau.” Tanya Fara yang sudah bisa mengontrol keterkejutannya.
            “Kalau kamu tau, gak surprise dong namanya.” Rafa terkekeh melihat ekspresi Fara.
            Merekapun hanyut dalam obrolan mereka tentang pengalaman Rafa selama studi di Amerika. Banyak candaan di sela – sela obrolan mereka. Sudah tiga cangkir coklat panas yang menemani Fara mendengar ocehan Rafa.
            “Anyway, kamu tadi make a wish apa?” Tanya Fara penasaran dengan permohonan Rafa saat bintang jatuh tadi.
            “Rahasia dong.” Jawab Rafa dengan memasang muka jahil.
            “Pelit.” Sejenak hening.
            “Far, pernah gak kamu berusaha menggapai bintang? Tapi…yang kamu rasakan cuma khayalan. Hanya sebuah mimpi indah. Memimpikan hal yang tak bisa digapai” Tatap Rafa lekat – lekat.
            “Ehmm…” Fara memutar matanya, berpikir. “Pernah.”
            “Seperti itu yang kurasakan padamu. Mungkinkah harapan ini akan sampai. Aku ingin kamu….menjadi seseorang yang selalu ku sayang. Itulah make a wish ku tadi. Aku mencintaimu Far.”
            Fara terpaku mendengar pengakuan Rafa itu. Lidahnya kelu tak bisa berkata – kata. Ia memutar kembali ingatannya bersama Rafa dulu. Mengingat kejadian – kejadian yang merekalalui sejak pertama mereka bertemu dulu. Sampai ingatan itu berhenti pada kejadian yang terjadi antara dia, Rafa dan Cacha membuat ia melontarkan pertanyaan.
            “Ca..Ca..Cacha? Bukankah kalian..?” Fara tak sanggup melanjutkan kata - katanya. Ia menitihkan air mata. Air mata semu, ia tak tahu arti air mata itu, bahagia atau kecewa.
            “Aku dan Cacha? Kita hanya berteman. Soal saat itu, aku langsung bilang kalau aku udah suka sama orang lain, sejak pertama bertemu. Yaitu kamu Far.” Jawab Rafa tenang.
            “Lima…empat…tiga…dua…satu.” Terdengar suara orang – orang yang menghitung waktu mundur, tanda tahun akan berganti.
            Fara mengangguk dan berkata “I love you to, Raf.”
            “Happy New Year.” Teriakan ratusan orang di sana. Suara terompet saling bersahutan. Terlihat warna - warni kembang api menghiasi langit, menjadikan pemandangan indah di kota Bandung saat itu.
***SELESAI***

 

myBLog :) Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea