Jumat, 05 April 2013

Ringkasan Buku non Fiksi



Judul               : SMART LOVE : Jurus jitu mengelola cinta
Pengarang       : Kusmarwanti M. Idham
Halaman          : 203
Penerbit           : Gema Insani Press
Tahun terbit     : 2007
          Cinta itu fitrah. Bukan hanya untuk manusia namun juga untuk semua makhluk Allah. Seperti cinta orang tua kepada anaknya ataupun sebaliknya. Namun bagaimana jika cinta berobjek kepada seorang lelaki atau wanita. Objek cinta yang satu ini sangatlah rumit yang sering kali membuat kita resah. Cinta semestinya membuat hidup kita berwarna, karena cinta adalah penggerak dan ruh perjalanan manusia. Maka cinta yang membuat kita sengsara, pasti karena kita tidak tepat meletakannya.
          “Darimana datangnya cinta? Dari mata turun kehati”. Cinta bermula dari melihat, lalu hati kita bergetar karena tertarik melihatnya. Selain itu cinta juga tumbuh dari sifat dan karakter seseorang yang membuat orang lain tertarik. Namun jangan sampai karakter kita dibuat-buat agar seseorang tertarik, karena sesuatu yang dibuat-buat tidak akan bertahan lama, sedangkan sesuatu yang tulus akan bertahan selama Allah masih ada dalam genggaman hatinya. Cinta memang tidak mematikan jasad, tetapi cinta bisa mematikan hati. Cinta bisa membuat kita tidak berfikir jernih sehingga membuat kita bertindak yang tak terkendali. Sesungguhnya Allah lah pemilik segala cinta, sumber cinta dan pemberi anugrah cinta untuk manusia yang sanggup meletakan kekekalan cinta kepada hati manusia.
          Bagaimana bila kita sedang dilanda cinta? Sesungguhnya islam sangat memperhatikan fitrah manusia, sehingga rasa cinta pun harus diungkapkan dengan lisanya. Tetapi tidak kemudian menganggap cinta kepada kekasihnya adalah segala-galanya karena tidak ada kecintaan manusia selain kepada tuhannya. Penting bagi kita untuk mendeteksi keberadaan cinta dan mengukur kadarnya, agar cinta yang ada berada pada lajurnya, karena mencintai pada jalur yang tidak sesuai itu merugikan. Cinta menuntut pertanggung jawaban, keberanian,  komitmen dan wadah yang tepat yaitu pernikahan. Apabila salah menempatkan cinta hanya akan membuat penyakit yaitu penyakit hati.
          Kecintaan, kasih sayang, dan ketertarikan terhadap sesuatu yang indah bukanlah sesuatu yang tercela. Perasaan tersebut pun tak lantas dibuang atau malah dibunuh. Namun cinta yang melewati batas ketertarikan dan kecintaan, maka ia akan menguasai akal dan membelokan pemiliknya kepada hal yang tidak sesuai dengan hikmah yang sesungguhnya. Hal seperti inilah yang tercela.
          Allah tidak pernah melepas hamba-Nya dalam mengekspresikan cinta dalam hidupnya. Allah senantiasa memberikan cara-cara mengelola cinta dalam kehidupanya dengan mengenal tingkatan-tingkatan cinta bagi manusia. Tingkatan cinta tertinggi yaitu cinta kepada Allah, Rasul dan Jihad. Tingkatan cinta menengah yaitu cinta kepada sesuatu yang halal karena diniatkan karena Allah. Hikmah di balik cinta karena Allah adalah kelanggengan cinta. Semakin kita mencintai Allah maka semakin besar pula kecintaan kita kepada ibu, bapak, adik, kakak dan sebagainya. Tingkatan cinta terendah adalah cinta kepada sesuatu yang diniatkan bukan karena Allah sehingga ia menjadi cinta yang haram. Mencintai dengan landasan hawa nafsu atau dengan cara-cara yang bertentangan dengan yang di tentukan oleh Allah. Setanlah yang berbicara dalam wilayah terlarang ini. Bagaimana dengan mencintai lawan jenis, lalu pacaran, haramkah cinta tersebut? Cinta tersebut haram apabila mereka memiliki sesuatu yang melebihi rasa ketertarikan salah satunya memelihara keinginan dan angan angan didalam hati tersebut atau dinamakan zina hati. Namun jika kita sudah terlanjur tertarik dengan seseorang, maka berjuang membersihkan hati dengan sungguh-sungguh akan menjadi jihad yang dicintai Allah.
          Jika kita jatuh cinta, maka ceritakan kondisi hati kita kepada teman. Karena cinta sering menjadi tidak objektif. Kita perlu teman yang bisa menasehati agar tidak terjerumus kedalam butanya cinta. Namun jangan ceritakan dengan teman lawan jenis. Bukan berarti tidak boleh percaya pada lawan jenis. Karena memberikan memberi kepercayaan pada lawan jenis sering ditafsirkan lain. Bisa jadi dengan menceritakkan beban kita, lalu beranggapan kita telah menitipkan hati kepadanya. Bahaya bukan?
Solusi bagi orang yang ingin menjaga hati dari lawan jenisnya, salah satunya adalah menghindari berduaan. Bagi orang pacaran, merasa semua legal untuk dilakukan ketika berduaan misalnya bergandengan tangan karena setanlah yang menjadi pihak ketiga. Dengan cara mengantikan posisi setan sebagai pihak ketiga dengan manusia. Keberadaan orang ketiga diharapkan akan timbul perasaan malu untuk mengendalikan pembicaraan dan semua aktivitas dalam forum tersebut. Solusi lain adalah dengan memberi hijab (perisai) pada hati dan fisik. Hijab hati berarti menjaga hati dari sesuatu yang akan mengotori dan merusaknya dengan cara merapatkan pintu hati agar tidak mudah mengundang orang yang akan membuatnya mabuk kepayang akan cinta untuk masuk.

2 komentar:

 

myBLog :) Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea